Langsung ke konten utama

Postingan

Prologue

Hai Guys, Wlcome to my blog. For you were asking “What the Bolg is this?”. Jawabannya adalah This is all of me and my note. Di blog ini gw bakal membahas apa aja yg ada di catatan gw. Buat lu lu pada yg blom kenal sama gw. First i want to introduce my self.My name is Amadeo “Edyson” Ahnaf. Seorang anak jakarta (sebenernya sih anak tangerang) yg terdampar di asrama man 1 surakarta. Dan yg paling keren dia adlah remaja biasa.                 Ok i think its all, So keep read my blog and bye bye
Postingan terbaru

Suara Karsa #4 : Jingga Langit Jakarta II

Jingga Langit Jakarta II Kala langit menjelma aksara bernada Merapal partiture partiture hampa Menguarkan rasa sesak di dada Mendongengkan cerita cerita maya Lembayung seakan bercanda Mengusik nyata di batas sadar Menggoreskan luka antara rindu dan cita Mengalun merdu seirama langkah yang berlelah Hadirmu abadi namun fana Memutar merdu Kiss the Rain dalam sukma Mendendangkan cinta dan lara bersahutan Menghapuskan luka sejarah dan penantian Ragamu kini menjelma kerinduan Menyeruak bak beling yang sadar Akan menusuk lebih dalam Jiwa mu damai namun jahanam Akankah hadirmu menjelma Jakarta yang bergembira Atau menambah lara Duka Batavia

Suara Karsa #3 : Terima Kasih

Terima Kasih Kala malam menjelma aksara bernada Aku beralah Mengutip satu persatu karsa Menuang semua cerita Menempa karya Mengolah rasa Menyadari arti dari punah Melupakan makna dari pernah Bayangmu kini menjelma perlina Berurai bercerai dalam jarak Luluh tak berupa Terima kasih untuk rasa yang kau cipta Untuk masa yang kau sita Untuk asa yang kau sia

Suara Karsa #2 : Aku Heran

Aku Heran Aku heran Mengapa orang mendamba senja Ia menutup hari dengan gemerlap jingga Menggariskan jelas batas antar penat Memeluk hari menyingkap gelap Aku heran Mengapa aku mendamba fajar Damai namun menyilau Menyapa waktu merawat asa Mengasihi raga mengantar sukma Aku heran Mengapa mereka mengelakkan pagi Ia datang membawa seri Pengingat murni penyambung sinergi Yang menyapa setiap hati "Berjuanglah wahai penyokong negeri!"

Suara Karsa #1 : Jingga Langit Jakarta I

Jingga Langit Jakarta I /I/ Jingga menjungkar Mentari menyemburat Gelap meuju koda Ratangga sesak Jalan mulai padat Klakson bersiul manja Bahu itu mulai bersambat Nada – nada tercekat Semangat tersendat /II/ Jingga ke Jingga Batavia Panas Polusi menyapa Beban fikir menambah Senyum sapa tak lagi ada Gaung sambat terasa Asa dan rasa diolah tuk dicipta Tubuh terlunta memikul beban negara Berhati melangkah menjaga Hingga Jingga bertemu jingga di esok nyata /III/ Jingga menyala Mentari pulang Gelap tiba Ka-er-el kembali runyam Kolong flyover menyala Jalur merah putih memendar Wajah muram semakin muram Mulut mulai bosan menyambat Tubuh tersisa balung dan penat

Catatan Ahnaf #2 : Surakarta

Jika Jakarta adalah hal yang ku ambisikan dan kurindukan. Maka Surakarta adalah tempat pelarian terindah dari Jakarta. Setidaknya itu yang kurasakan. Inilah Catatan Ahnaf #2 : Surakarta. Kota ini memang tidak sespesial Jakarta. Bahkan jauh dari kata mirip Jakarta. Matahari lebih dendam dengan kota ini ketimbang Jakarta. Terik dan silaunya lebih menyengat disbanding Jakarta, mungkin karena kabut polusi Jakarta tidak ada disini. Kota ini tidak sepenuhnya kota, namun juga tidak bisa dibilang pedesaan. Macet juga hadir di kota ini, menyatu dengan jiwa jiwa suntuk yang bosan dengan rutinitas mereka. Hanya macet di kota ini bukanlah macet Jakarta, jika Jakarta macet karena banyaknya mesin, kota ini macet karena kurangnya jalan. Namun kota ini memiliki apa yang Jakarta tidak punya, yaitu masyarakat yang masih menyatu dengan keluhurannya. Aku datang ke kota ini karena sebuah ketidaksengajaan yang akhirnya kupaksakan sebagai sebuah kesengajaan. Pertemuan dengan kota ini adalah sebuah...

Catatan Ahnaf #1 : Perihal Jakarta

"Aku merindukanmu “Jakarta”’ itulah kata yang mungkin sering ku rapal. Bukan tanpa alasan. Bagiku Jakarta adalah kesakralan. Mengapa demikian?. Welcome to Catatan Ahnaf #1 : Perihal Jakarta. Menyoal Jakarta berarti juga menyoal segala pelik runyam urusan kotanya, setidaknya banyak ahli yang mendogmakan itu di televisi. Namun, bagiku menyoal Jakarta berarti mengutarakan semua rasa, cita, asa yang terperangkap dalam jenuhnya tempo Batavia, yang terbawa dalam gerbong ka-er-el padat commuter pada pagi dan sore hari, yang tertinggal dalam halte tije yang menunggu bus datang dan pergi, yang turut serta dalam setiap asam arang yang tersengal dalam merayapnya jalan. Jakarta bermuka dua yang memberi asa dan duka kepada siapa saja yang diinginkannya, yang membuat iri para aktivis penolak jakartasentris yang menunggu daerahnya di kembangkan. Jakarta itu kompleks. Namun, dikala orang bersambat ria tentang kota ini, aku malah berlaku sebaliknya. Jakarta merupakan salah satu hal yan...

Random Stuff #1 : Percakapan Kecil Kala Itu

P ercakapan Kecil Kala Itu :Aku akan pergi… jauh dari sini :Dan kembali ke tanah leluhurmu ? :Tidak ***, Aku seperti tidak memiliki tanah leluhur, Aku menjadi jakarta di jakarta, menjadi sunda di tanah pasundan, menjadi jawa bila ku di tanah mataram  sepertinya ibu pertiwi lah tanah leluhurku, aku adalah anomali. :Lalu apa yang harus kulakukan selagi kau pergi :Tunggulah aku, di Jakartaku :Bukankah hanya ada satu Jakarta di dunia ini ? :Tidak, kau memiliki Jakartamu sendiri, yang mungkin saat aku pergi nanti sudah tak ada aku lagi disana :Dan mengapa harus di Jakarta ?. Bukankah aku bias menemuimu di penngasinganmu yang mungkin beribu kali lebih indah dari Jakarta ? :Jakarta… adalah dimana aku menemukanmu   Jakarta adalah dimana aku menjadi diriku  Jakarta adalah bagian yang hilang dari serpihan kisahku  Jakarta adalah kepompong yang membuat ulat berubah menjadi kupu yang indah  Jakarta adalah kamu, Jakarta adalah kita :Dan apa yan...