Langsung ke konten utama

Random Stuff #1 : Percakapan Kecil Kala Itu

Percakapan Kecil Kala Itu

:Aku akan pergi… jauh dari sini
:Dan kembali ke tanah leluhurmu ?
:Tidak ***, Aku seperti tidak memiliki tanah leluhur, Aku menjadi jakarta di jakarta, menjadi sunda di tanah pasundan, menjadi jawa bila ku di tanah mataram  sepertinya ibu pertiwi lah tanah leluhurku, aku adalah anomali.
:Lalu apa yang harus kulakukan selagi kau pergi
:Tunggulah aku, di Jakartaku
:Bukankah hanya ada satu Jakarta di dunia ini ?
:Tidak, kau memiliki Jakartamu sendiri, yang mungkin saat aku pergi nanti sudah tak ada aku lagi disana
:Dan mengapa harus di Jakarta ?. Bukankah aku bias menemuimu di penngasinganmu yang mungkin beribu kali lebih indah dari Jakarta ?
:Jakarta… adalah dimana aku menemukanmu
 Jakarta adalah dimana aku menjadi diriku
 Jakarta adalah bagian yang hilang dari serpihan kisahku
 Jakarta adalah kepompong yang membuat ulat berubah menjadi kupu yang indah
 Jakarta adalah kamu, Jakarta adalah kita
:Dan apa yang terjadi jika aku tak dapat menunggu di Jakarta mu
:Aku aka menunggu sepeerti molekul bebas yang kehilangan pasangannya, mungkin sampai aku terikat dengan molekul unsur lain, atau aku akan hidup sebagai molekul bebas yang tak stabil untuk selamanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prologue

Hai Guys, Wlcome to my blog. For you were asking “What the Bolg is this?”. Jawabannya adalah This is all of me and my note. Di blog ini gw bakal membahas apa aja yg ada di catatan gw. Buat lu lu pada yg blom kenal sama gw. First i want to introduce my self.My name is Amadeo “Edyson” Ahnaf. Seorang anak jakarta (sebenernya sih anak tangerang) yg terdampar di asrama man 1 surakarta. Dan yg paling keren dia adlah remaja biasa.                 Ok i think its all, So keep read my blog and bye bye

Suara Karsa #2 : Aku Heran

Aku Heran Aku heran Mengapa orang mendamba senja Ia menutup hari dengan gemerlap jingga Menggariskan jelas batas antar penat Memeluk hari menyingkap gelap Aku heran Mengapa aku mendamba fajar Damai namun menyilau Menyapa waktu merawat asa Mengasihi raga mengantar sukma Aku heran Mengapa mereka mengelakkan pagi Ia datang membawa seri Pengingat murni penyambung sinergi Yang menyapa setiap hati "Berjuanglah wahai penyokong negeri!"