Langsung ke konten utama

Catatan Ahnaf #1 : Perihal Jakarta

"Aku merindukanmu “Jakarta”’ itulah kata yang mungkin sering ku rapal. Bukan tanpa alasan. Bagiku Jakarta adalah kesakralan. Mengapa demikian?. Welcome to Catatan Ahnaf #1 : Perihal Jakarta.
Menyoal Jakarta berarti juga menyoal segala pelik runyam urusan kotanya, setidaknya banyak ahli yang mendogmakan itu di televisi. Namun, bagiku menyoal Jakarta berarti mengutarakan semua rasa, cita, asa yang terperangkap dalam jenuhnya tempo Batavia, yang terbawa dalam gerbong ka-er-el padat commuter pada pagi dan sore hari, yang tertinggal dalam halte tije yang menunggu bus datang dan pergi, yang turut serta dalam setiap asam arang yang tersengal dalam merayapnya jalan. Jakarta bermuka dua yang memberi asa dan duka kepada siapa saja yang diinginkannya, yang membuat iri para aktivis penolak jakartasentris yang menunggu daerahnya di kembangkan. Jakarta itu kompleks.
Namun, dikala orang bersambat ria tentang kota ini, aku malah berlaku sebaliknya. Jakarta merupakan salah satu hal yang membuatku rindu dan terus merindu. Mungkin, pilihanku untuk mengasingkan diri sejenak merupakan pilihan terbaik yang pernah ku ambil. Dalam pengasinganku ini aku terus dan terus merindu kota ini. Aku rindu dengan tempo dan dinamisnya alur kota, aku rindu dengan kehangatan di setiap perhentian bus kota, aku rindu segala keteraturan, aku rindu “Jakarta”, setidaknya begitu. Mengapa harus dengan tanda kutip? Jika Sapardi mengindentifikasikan masalah dan “masalah” dengan sesuatu yang berbeda, maka demikian dengan “Jakarta”. Jakarta dan “Jakarta” adalah dua hal berkaitan yang aku rindukan.
Aku merindukan setiap masa dan asa yang tersimpan disini, di kota ini. Aku merindu setiap jengkal tanah yang kupijak. Aku merindu setiap kesendirian dimana aku menemukan aku. Aku rindu akan cita yang kutulis di langit kota ini. Dan  disaat yang sama aku menggantukan anganku disini, kota yang dramai ini. Batavia itu istimewa. Ia bisa menjelma menjadi apa saja, siapa saja. Ia mengikuti apa yang diangan penakluknya. Ia menunggu untuk ditaklukan. Dan, menaklukannya adalah hal yang kudamba walaupun salah satu isi “Jakarta”-ku sudah digantikan, aku tetap ingin menaklukannya.
Jakarta adalah sudut paling tipis antara cerita dan asa ku, ia adalah potongan puzzle yang taak terpisah, ia adalah cerita yang menjelma menjadi damba yang tak hancur oleh panas, tak lekang oleh badai. Ia adalah candradimuka yang menempa individu, sebuah kepompong, Ia rumit dan simple di satu waktu. Dan jika Pidi Baiq mennyatakan Bandung adalah perasaan yang bersamanya dalam sunyi. Maka bagiku Jakarta adalah lintasan waktu yang bersamanya kudapat asa, cita, dan rasa yang menggores sukma.

Komentar

  1. Hiiii jakarta buluk!!
    Ehe ga ding canda, peace deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jikalau anda mengatakan jakarta buluk, lantas kau sebut apa daerah yang berada di 3T

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Random Stuff #1 : Percakapan Kecil Kala Itu

P ercakapan Kecil Kala Itu :Aku akan pergi… jauh dari sini :Dan kembali ke tanah leluhurmu ? :Tidak ***, Aku seperti tidak memiliki tanah leluhur, Aku menjadi jakarta di jakarta, menjadi sunda di tanah pasundan, menjadi jawa bila ku di tanah mataram  sepertinya ibu pertiwi lah tanah leluhurku, aku adalah anomali. :Lalu apa yang harus kulakukan selagi kau pergi :Tunggulah aku, di Jakartaku :Bukankah hanya ada satu Jakarta di dunia ini ? :Tidak, kau memiliki Jakartamu sendiri, yang mungkin saat aku pergi nanti sudah tak ada aku lagi disana :Dan mengapa harus di Jakarta ?. Bukankah aku bias menemuimu di penngasinganmu yang mungkin beribu kali lebih indah dari Jakarta ? :Jakarta… adalah dimana aku menemukanmu   Jakarta adalah dimana aku menjadi diriku  Jakarta adalah bagian yang hilang dari serpihan kisahku  Jakarta adalah kepompong yang membuat ulat berubah menjadi kupu yang indah  Jakarta adalah kamu, Jakarta adalah kita :Dan apa yan...

Prologue

Hai Guys, Wlcome to my blog. For you were asking “What the Bolg is this?”. Jawabannya adalah This is all of me and my note. Di blog ini gw bakal membahas apa aja yg ada di catatan gw. Buat lu lu pada yg blom kenal sama gw. First i want to introduce my self.My name is Amadeo “Edyson” Ahnaf. Seorang anak jakarta (sebenernya sih anak tangerang) yg terdampar di asrama man 1 surakarta. Dan yg paling keren dia adlah remaja biasa.                 Ok i think its all, So keep read my blog and bye bye

Catatan Ahnaf #2 : Surakarta

Jika Jakarta adalah hal yang ku ambisikan dan kurindukan. Maka Surakarta adalah tempat pelarian terindah dari Jakarta. Setidaknya itu yang kurasakan. Inilah Catatan Ahnaf #2 : Surakarta. Kota ini memang tidak sespesial Jakarta. Bahkan jauh dari kata mirip Jakarta. Matahari lebih dendam dengan kota ini ketimbang Jakarta. Terik dan silaunya lebih menyengat disbanding Jakarta, mungkin karena kabut polusi Jakarta tidak ada disini. Kota ini tidak sepenuhnya kota, namun juga tidak bisa dibilang pedesaan. Macet juga hadir di kota ini, menyatu dengan jiwa jiwa suntuk yang bosan dengan rutinitas mereka. Hanya macet di kota ini bukanlah macet Jakarta, jika Jakarta macet karena banyaknya mesin, kota ini macet karena kurangnya jalan. Namun kota ini memiliki apa yang Jakarta tidak punya, yaitu masyarakat yang masih menyatu dengan keluhurannya. Aku datang ke kota ini karena sebuah ketidaksengajaan yang akhirnya kupaksakan sebagai sebuah kesengajaan. Pertemuan dengan kota ini adalah sebuah...