Jingga Langit Jakarta II
Kala langit menjelma aksara bernada
Merapal partiture partiture hampa
Menguarkan rasa sesak di dada
Mendongengkan cerita cerita maya
Lembayung seakan bercanda
Mengusik nyata di batas sadar
Menggoreskan luka antara rindu dan cita
Mengalun merdu seirama langkah yang berlelah
Hadirmu abadi namun fana
Memutar merdu Kiss the Rain dalam sukma
Mendendangkan cinta dan lara bersahutan
Menghapuskan luka sejarah dan penantian
Ragamu kini menjelma kerinduan
Menyeruak bak beling yang sadar
Akan menusuk lebih dalam
Jiwa mu damai namun jahanam
Akankah hadirmu menjelma
Jakarta yang bergembira
Atau menambah lara
Duka Batavia
Kala langit menjelma aksara bernada
Merapal partiture partiture hampa
Menguarkan rasa sesak di dada
Mendongengkan cerita cerita maya
Lembayung seakan bercanda
Mengusik nyata di batas sadar
Menggoreskan luka antara rindu dan cita
Mengalun merdu seirama langkah yang berlelah
Hadirmu abadi namun fana
Memutar merdu Kiss the Rain dalam sukma
Mendendangkan cinta dan lara bersahutan
Menghapuskan luka sejarah dan penantian
Ragamu kini menjelma kerinduan
Menyeruak bak beling yang sadar
Akan menusuk lebih dalam
Jiwa mu damai namun jahanam
Akankah hadirmu menjelma
Jakarta yang bergembira
Atau menambah lara
Duka Batavia
Good poem bruh
BalasHapusGreat writing
BalasHapusThanks, you can see more at bit.ly/catatanahnaf
Hapus